Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC)

Kabar Terbaru | 23 Mei 2009
Home » Arsip Berita Terkini » Mencari Guru Sahabat Satwa Pandai Bercerita

Mencari Guru Sahabat Satwa Pandai Bercerita




Mencari Guru Sahabat Satwa Pandai BerceritaMencari Guru Sahabat Satwa Pandai Bercerita

Jika kita cermat, berdongeng merupakan hal biasa yang dilakukan oleh nenek moyang kita untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada siapapun terutama anak-anak. Bila dilihat lagi, umumnya obyek dongeng banyak yang menggunakan satwa dan alam sekitar kita sebagai sumber inspirasi positif untuk menanamkan nilai kebaikan untuk manusia sendiri.

Mungkin tak asing bagi kita cerita “si Kancil Mencuri Ketimun”, cerita ini mengajarkan jika mencuri adalah perbuatan buruk, meskipun faktanya kancil tidak pernah makan mentimun apalagi mencurinya. Selain itu ada pula cerita Lutung Kasarung dan masih banyak lagi dongeng anak-anak tentang alam dan satwa. Itu artinya selama ini alam selalu menjadi sumber inspirasi sepanjang masa.

Di dunia hiburan, Walt Disney, perusahaan film dunia, menciptakan tokoh-tokoh seperti Donald Duck, Micky Mouse, atau Winnie the Pooh, seekor beruang madu hidup berbahagia dengan satwa-satwa lain di hutan. Anak-anak di seluruh dunia pun mengidolakannya. Ada banyak tokoh satwa yang dijadikan inspirasi baik untuk dongeng ataupun film. Nah, tapi bagaimana jika obyek cerita (baca: satwa) ini sudah tidak ada ?.

Untuk itu P-WEC mengadakan Lomba Bercerita Satwa untuk guru. Topik yang diambil adalah “Respect Nature and Wildlife, Love Animal”. Nilai moral dari topik ini, diharapkan akan mampu menginspirasi anak-anak atau siswa agar lebih peduli dan cinta terhadap alam dan satwa liar.

Bercerita/berdongeng adalah hal yang bagus tetapi jika salah dalam penyampaian maka nilai positif tidak akan sampai dan bisa salah diartikan. Seperti contohnya, selama ini nenek moyang kita sering menggunakan obyek kancil untuk bercerita tentang nilai-nilai kebaikan. Namun, karena salah penekanan karakter “si kancil” yang sombong bisa memunculkan anggapan kancil adalah satwa yang jahat Ternyata memang butuh banyak kearifan yang harus kita jaga selama bercerita agar maksud yang diinginkan dapat tercapai.

Anak-anak memiliki daya ingat dan imaginasi tinggi serta mampu merekam pengalaman masa kanak-kanaknya.Oleh karena itu, jika salah dalam penyampaian cerita maka pola pikir anak akan salah juga. Sebaliknya, jika mampu menyampaikan cerita yang baik dan tepat, maka anak dapat melakukan kebaikan pula, dalam hal ini adalah mengajak anak untuk menghargai alam dan menyayangi satwa.

Dari 10 peserta yang mengikuti lomba bercerita satwa di P-WEC tanggal 25 Maret 2009, semua terlihat berkerja keras berupaya mengembangkan nilai dari topik yang sudah ditentukan. Hal yang menarik lagi semua peserta dituntut dalam bercerita dapat manarik perhatian juri vote lock yang notabene adalah anak-anak desa tepi hutan. Ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi peserta karena harus berdongeng di depan anak-anak yang justru banyak berinteraksi dengan hutan dan satwa liar yang belum tentu mereka tahu bagaimana melestarikannya.

Disisi lain terdapat juri utama yang menilai kemampuan peserta dari teknis dan pesan yang disampaikan dalam cerita. Bpk Ali Sukamto, AP.S.Ap, Penyiar Senior RRI; Bpk. Rosek Nursahid, Founder dan Chairman ProFauna Indonesia dan Ibu Dra. Sulis Peni Widayati, M.Pd., Pendidik dan Pendongeng.

Akhirnya dari hasil perlombaan ini muncullah peserta yang menjadi juara favorit pilihan anak-anak yaitu Bpk. Amy Maulana, S.Sos. dari SD Unggulan Al Ya'lu Malang. Sementara berdasarkan kriteria Juri, Juara I lagi-lagi diraih oleh Bpk. Amy. Juara 2 dan 3 diraih oleh Bpk. Muchamat Nazir dari TK PGRI 02 Batu dan Ibu Lucky Setyaningrum dari TKK Santa Maria III.

Juara I juga memperoleh gelar Guru Sahabat Satwa dari P-WEC karena dianggap mampu memaknai cerita untuk menyampaikan pesan respect nature and wildlife, Love Animal. Tentunya P-WEC berharap bahwa para edukator yang mengikuti lomba ini nantinya akan mampu membantu P-WEC dan ProFauna untuk menyerukan upaya pelestarian alam dan satwa liar.